Tragedi Kanjuruhan

 


Tragedi kanjuruhan terjadi di Stadion Kanjuruhan yang berada di Kota Malang tepatnya pada hari Minggu tanggal 01 Oktober 2022. Awal mula terjadi yaitu kekecewaan aremania kepada pemain Arema FC yang kalah melawan tim Persebaya Surabaya. Setelah peluit akhir dibunyikan, salah satu aremania memasuki lapangan untuk memberi kritik dan memberi semangat kepada kiper Arema FC. Lalu, semua supporter Arema FC terpancing untuk memasuki lapangan. Banyaknya aremania yang memasuki lapangan sehingga para polisi dan TNI menjaga aremania agar tidak sampai terjadi kericuhan. Akan tetapi semakin banyak yang turun akhirnya para polisi menyemprotkan gas air mata ke arah penonton, tetapi juga yang berada di tribun. Di tribun banyak anak anak yang menonton bersama orang tuanya. Kemudian semua panik dan berbondong-bondong untuk keluar dari stadion. Tetapi pintu keluar stadion ditutup rapat, sehingga supporter Arema FC yang berada di dalam tidak bisa keluar. Terjadi penumpukkan massa di pintu keluar, sehingga menyebabkan sesak nafas. Banyak korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian. Setidaknya ada 133 orang meninggal dunia dan kemungkinan masih bisa bertambah jumlahnya. 2 mobil polisi dibakar oleh aremania. 2 jam sudah berlalu, kericuhan mulai mereda. Para korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Banyak korban yang mengalami luka parah dan luka ringan. Para korban ditangani oleh pihak rumah sakit. 

Sumber foto:  https://images.app.goo.gl/sHTHW8GJX5VqUS2E6

Komentar